![]() |
![]() |
|
|
|
![]() ![]() ![]() ![]()
|
Nestapa Kaum Muqallidin Dalam Syrik Dan Kekafiran Disaat derasnya arus syirik dan kekafiran, ternyata masih banyak juga orang yang tidak mau mencari kebenaran, mereka betah taqlid dan ikut-ikutan didalam segala hal, bahkan taqlid kepada sosok telah menambah dikalangan orang-orang yang intisab (menyandarkan diri) kepada salaf, padahal salaf bara’ darinya. Banyak orang-orang yang mengaku Islam dinegeri ini ikut-ikutan dalam budaya syirik tumbal dan sesajian serta meminta pada orang yang sudah mati. Disisi lain, banyak orang dinegeri ini ikut-ikutan dalam pesta syirik demokrasi, padahal mereka mengetahui bahwa yang demikian itu adalah pelimpahan wewenang pembuatan hukum dan perundang-undangan kepada rakyat atau wakilnya yang disederhanakan dengan ungkapan mereka : Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat. Mereka mengatakan : “Kalau ikut pemilu itu syirik dan pelakunya musyrik tentulah Doktor fulan dan Ustadz fulan tidak masuk partai, kami ikut mereka saja, dan masa mereka akan menyesatkan kami... !!?” Ada sebahagian orang yang intisab kepada salaf mengatakan : “Kami ikut pemilu karena ada fatwa dari Syaikh Fulani yang melegalkannya... dan masa dia memfatwakan syirik !?”. Doktor fulan adalah ahli dalam tafsir, Doktor fulan adalah ahli dalam syari’at, si fulan Doktor hadits, dan si fulan Doktor Syari’ah, serta si fulan ahli bahkan Doktor dalam bidang Aqidah…. Semuanya ikut dalam pemilu dan bahkan mereka itu pejabat teras di Partai Islam Fulani…. Saya ikut mereka, tidak mungkin mereka mengajak kepada syirik ! Mereka taqlid kepada tokoh mereka dalam syirik seraya berbaik sangka kepada para tokoh itu, dan mengira bahwa sikap taqlid itu bisa menyelamatkan mereka dari azab, tapi ternyata mereka dan orang-oang yang diikutinya semuanya masuk neraka kalau tidak taubat. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : “Dan (ingatlah) ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri : “Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?” Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab : ”Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka, karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hambaNya” (Al Mu’min : 47-48) Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan : “Ini adalah pemberitahuan dari Allah dan peringatan bahwa orang-orang yang diikuti dan yang mengikuti sama-sama didalam azab (api neraka), dan taqlid mereka ini sama sekali tidak bisa bermanfaat bagi mereka.” (Thariqul Hijratain) Bahkan diakhirat kelak para tokoh itu akan berlepas diri dari para muqallidin. Orang yang melegalkan ikut pemilu demokrasi dengan dalih ‘Maslahat Dakwah’ atau berdalih dengan Hilful Fudlul, atau dengan posisi Yusuf a.s. dan segudang syubhat yang dilontarkan oleh ulama kaum musyrikin dalam rangka melegalkan sikap mereka masuk dalam parlemen (DPR/MPR), terus mereka diikuti oleh para pengikutnya dari kalangan muqallidin Juhhal (para pengekor yang bodoh) bahwa itu syirik padahal mereka mengetahui apa itu demokrasi, maka para tokoh itu akan bara’ dari kaum muqallidin itu, dan kaum muqallidin berangan-angan andai mereka bisa kembali kedunia supaya bisa bara dari mereka, tetapi itu tidak mungkin karena yang ada hanyalah penyesalan dan kekekalan dama azab, sebagaimana firmanNya Subhanahu Wa Ta'ala : “Yaitu ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya dan mereka melihat siksa, dan ketika segala hubungan mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti : “Seandainya kami dapat kembali (kedunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka sebagaimana mereka berlepas diri dari kami”. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka, dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka” (Al Baqarah : 166-177)
Insya Allah home page ini akan selalu diperbaharui © All Right Reserved Semoga Alloh Ajja Wa ‘Jalla membalas kebaikan orang yang menyebar kitab ini tanpa merubah isinya dan tidak mempergunakannya untuk kepentingan komersil pergunakanlah untuk kepentingan kaum Muslimin ! kritik dan saran ; email : finafaan@yahoo.co.id
|
TAKBIIRR !!!
wal izzatu lillahi wa lirrasulihi wa lil mukminin
lastupdate 26 Dzulhijjah 1428 H